Wednesday, September 24, 2008

Bunga Bangkai, Bengkulu


Dari seorang teman. Dibelinya saat pulang kampung ke Bengkulu. Di bagian belakangnya, ada nama saya tertulis.

Di bagian depan, tertulis "Bengkulu" dan gambar bunga bangkai.

Dayak


Dari seorang teman, Mbot.

Dibeli saat Mbot sedang ke Kalimantan (tepatnya di mana lupa), untuk menengok kakaknya yang ada di sana.


Toraja





Saya beli saat liputan ke Makassar, Sulawesi Selatan di tahun 2004.


Lombok


Dari Tania, sahabat.

Gantungan kunci ini dibeli Tania saat berlibur ke Lombok, sekitar tahun 2004.

Hongkong


Hongkong
1995
A family trip.

Hongkong Pt. 2



Still in Hongkong (maybe...)
1995
A family trip.

Mekkah


Masih sama dengan post sebelumnya, gantungan kunci ini juga oleh-oleh dari teman dekat, Tewe, yang mendapat kesempatan umroh. Gambar memang tampak tak jelas di foto, tapi ini menunjukkan Ka'bah di Mekkah. Gantungan kunci terbuat dari plastik transparan.

Mumi Mesir

Teman dekat saya, Tewe, pergi umroh ke tanah suci sambil plesir juga ke Mesir. Dia sangat tahu kalau saya mengoleksi gantungan kunci. Jadi, dia sempatkan membeli ini untuk saya (dan juga teman-teman yang lain). Gambar pharaoh tampak di salah satu sisi gantungan kunci. Gantungan kunci ini terbuat dari plastik transparan.

Sunday, September 21, 2008

People Power

Tangan terkepal dengan jari telunjuk terangkat. Saya tidak tahu ini simbol apa, tapi entah mengapa memberi kesan keberanian dan kekuatan. Asumsi saya tentu saja lambang gerakan "People Power".

Bapak saya membelinya ketika kami masih tinggal di Manila, Filipina di periode 90-an. Sudah bertahun-tahun bertengger di kunci dapur sampai-sampai gantungannya hilang. Akhirnya sebelum makin rusak, saya selamatkan gantungan kunci ini.

Terbuat dari besi kuningan. Dan, ada tulisan "People Power", sebuah gerakan yang dilakukan masyarakat Filipina untuk menggulingkan rezim Marcos, di akhir 80-an. Sebuah momen bersejarah dan penting bagi demokrasi negara tersebut.

Saat saya dan keluarga mulai menetap di sana (awal tahun 1990), gaung "People Power" masih terus terasa hingga kami pulang ke Indonesia di akhir tahun 1995.

Art Of Bromo

Itulah yang tertulis di bagian bawah dari gantungan kunci. Saya beli di bulan Juni 2008 saat membuat liputan di Bromo.
Ada dua sisi dari gantungan kunci ini, sisi pertama adalah Gunung Batok (kalau tidak salah itu namanya) yang berada di sebelah Gunung Bromo. Seperti tampak pada gambar.

Sedangkan sisi satu lagi adalah penunggang kuda bersama kudanya. Kuda memang menjadi salah satu transportasi di Gunung Bromo. Terutama untuk melintasi gurun pasir dan menuju puncak gunung.

Saya beli di sebuah toko yang menjual suvenir di sebelah hotel tempat saya menginap.

The Forbidden Edelweis of Bromo

Saya membeli gantungan kunci ini di Bromo, saat saya ditugaskan oleh kantor untuk membuat suatu liputan di bulan Juni 2006. Hal pertama yang saya lakukan di saat waktu lowong adalah hunting gantungan kunci.

Ada dua gantungan kunci yang saya beli. Salah satunya gantungan kunci ini. Saya dan teman kantor saya, Hakim, membeli beberapa untuk oleh-oleh orang-orang kantor.

Gantungan kunci dari kaca ini, di dalamnya ada tanamanan Edelweis. Tanaman yang sebenarnya dilindungi ini, entah kenapa bisa berakhir di sebuah gantungan kunci.

Ada tulisan "EDELWEIS BROMO" di bagian bawahnya. Latar berwarna biru sengaja saya pilih karena saya suka warna biru. Sebenarnya ada versi warna hijau, merah, dan ungu.

Eiffel I'm In Love

Teman kampus saya, Kate, heran karena saya punya hobi mengoleksi yang terlalu sederhana menurut dia: gantungan kunci.

Saat itu, saya menceritakan padanya kalau saya senang banget sama gantungan kunci, terutama yang menunjukkan kekhasan suatu tempat atau daerah.

Lalu, Kate bertanya apakah saya punya gantungan kunci dari Eropa. Saya bilang kalau beberapa negara belum saya miliki. Kate pun menyahut bahwa dia punya gantungan kunci dari Paris. Saya pun langsung berteriak, "MAUUUU!!!".

Kebetulan Kate memang doyan travelling ke luar negeri. Dan, benar saja, beberapa hari kemudian dia memberikan saya gantungan kunci ini.

Dengan bentuk menara Eiffel yang terkenal dan ikon kota Paris, Perancis, telah meluluhkan hati saya. Saya nyatakan sekarang juga, saya jatuh cinta dengan gantungan kunci ini. Bentuknya mini terbuat dari besi kuningan dengan detail kerangka menara yang teliti.

Makasih ya, Kate.

The Island of Taipei


My beloved campus friend, Intan, bought this key chain on her trip to Taipei to visit her parents. Her parents were staying in Taipei for work, but Intan couldn't stay with them because she has to finish her study here in Indonesia.

As the holiday season came, Intan was planning to have visit her parents. When she told me that, without hesitation I asked her to bring me a souvenir of Taipei key chain.

And she did! When she came home to Indonesia, she gave me this key chain. A bunch of thank you and hugs for her. I remember she was handing this key chain in the middle of my hectic and stressful last project assignment for my graduation in the end of 2006.

A picture of taipei island with districts name printed on it. It's Chinese, so I couln't understand it. It also has "Taiwan" printed in back of the districts name side. The material is a kind of thick rubber.

I really love this key chain. It surely represents Taipei, a small -one island country. I wonder if Indonesian archipelago could turn into a key chain like this.

Gajah Thailand

Tante teman saya berwisata ke Thailand bersama ibu-ibu sekantornya. Saat pulang, beliau membawakan oleh-oleh untuk ponakannya dan dengan baik hatinya beliau juga membelikan saya oleh-oleh.

Sebuah gantungan kunci berbentuk gajah dengan bendera Thailand. Walau tidak ada tulisan asal gantungan kunci ini, tapi sudah tampak jelas bahwa benda ini berasal dari Thailand. Ikon gajah Thailand dan bendera merah-putih-biru menjadi pertandanya. Terbuat dari besi dan dikemas dalam plastik yang tak pernah saya buka sampai saat ini.

Tante teman saya tidak tahu kalau saya sebenarnya mengoleksi gantungan kunci. Yah memang, oleh-oleh paling mudah dan murah adalah gantungan kunci. Tapi, saya begitu senang menerimanya. Tentu saja karena saya memang mengoleksi dan saya juga terharu beliau ingat pada saya.

Saturday, September 20, 2008

Italy (Pisa Tower)

Oleh-oleh dari rekan kantor saat masih freelance di Metrodata di tahun 2005. Gantungan kunci sekaligus potongan kuku dengan gambar Menara Pisa, lengkap dengan tulisan "Pisa".

Dikemas dalam kotak merah yang tampak mewah (tidak tampak pada foto).

Sebenarnya saya tidak begitu dekat dengan rekan kantor saya itu. Tapi karena saya sering membantu desain untuk produknya, gantungan kunci ini pun jadi semacam ucapan terima kasih.

Dia tidak tahu kalau saya mengoleksi gantungan kunci. Benda ini dibelinya saat sedang berwisata di Italy.